JAKARTA, KOMPAS — Program SMK Pusat Keunggulan mendorong sekolah menengah kejuruan atau SMK bekerja sama dengan industri, baik industri besar, menengah, maupun kecil. Kerja sama diharapkan meningkatkan mutu dan relevansi lulusan SMK dengan industri.
Program ini memungkinkan setiap SMK bekerja sama dengan lebih dari satu industri. Kerja sama juga bisa dijalin dengan industri dari luar kota atau industri lintas sektor. Industri di dalam dan luar negeri boleh berpartisipasi.
Jumlah investasi industri ke satu SMK minimal Rp 200 juta. Investasi dapat berupa dana tunai atau bentuk lainnya, seperti penyewaan, peminjaman, atau hibah ruangan atau peralatan; pelatihan guru; teaching factory; serta praktisi pengajar. Industri juga akan terlibat dalam penyelarasan kurikulum agar sesuai kebutuhan dunia kerja.
”Ini untuk mendukung dunia kerja dan dunia industri di masa depan dengan menyediakan SDM tangguh, unggul, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kiki Yuliati, Rabu (28/12/2022), pada sosialisasi program SMK Pusat Keunggulan secara daring.







